AKU
Karya Chairil Anwar
Kalau
sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak
perlu sedu sedan itu
Aku
ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Dari kumpulannya terbuang
Biar
peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Aku tetap meradang menerjang
Luka
dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan
aku akan lebih tidak perduli
Aku
mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943
Puisi Chairil Anwar “AKU”
ARTIKEL TERKAIT:
Puisi Chairil Anwar
- Puisi Chairil Anwar “Persetujuan Dengan Bung Karno”
- Puisi Chairil Anwar “Penerimaan”
- Puisi Chairil Anwar “Hampa”
- Puisi Chairil Anwar “DOA”
- Puisi Chairil Anwar “Sajak Putih”
- Puisi Chairil Anwar “AKU BERADA KEMBALI”
- Puisi Chairil Anwar : Ibu
- Puisi Chairil Anwar : Sebuah Kamar
- Puisi Chairil Anwar : Kawanku dan Aku
- Puisi Chairil Anwar : RUMAHKU
- Puisi Chairil Anwar : TAK SEPADAN
- Puisi Chairil Anwar “DIPONEGORO”
- Puisi Chairil Anwar “KARAWANG-BEKASI”
- Puisi Chairil Anwar “Tjerita Buat Dien Tamaela”
- Puisi Chairil Anwar “Prajurit Jaga Malam”
- Puisi Chairil Anwar “MALAM”
- Puisi Chairil Anwar “Nisan”
- Puisi Chairil Anwar “Derai Derai Cemara”
- Puisi Chairil Anwar “Yang Terhempas Dan Yang Putus”
- Puisi Chairil Anwar “Malam Di Pegunungan”
- Puisi Chairil Anwar “Cintaku jauh di pulau”
- Puisi Chairil Anwar “Senja Di Pelabuhan Kecil”