HAMPA
kepada sri
Karya Chairil Anwar
Sepi
di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah
ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti
Puisi Chairil Anwar “Hampa”
ARTIKEL TERKAIT:
Puisi Chairil Anwar
- Puisi Chairil Anwar “Persetujuan Dengan Bung Karno”
- Puisi Chairil Anwar “Penerimaan”
- Puisi Chairil Anwar “DOA”
- Puisi Chairil Anwar “Sajak Putih”
- Puisi Chairil Anwar “AKU BERADA KEMBALI”
- Puisi Chairil Anwar : Ibu
- Puisi Chairil Anwar : Sebuah Kamar
- Puisi Chairil Anwar : Kawanku dan Aku
- Puisi Chairil Anwar : RUMAHKU
- Puisi Chairil Anwar : TAK SEPADAN
- Puisi Chairil Anwar “DIPONEGORO”
- Puisi Chairil Anwar “KARAWANG-BEKASI”
- Puisi Chairil Anwar “AKU”
- Puisi Chairil Anwar “Tjerita Buat Dien Tamaela”
- Puisi Chairil Anwar “Prajurit Jaga Malam”
- Puisi Chairil Anwar “MALAM”
- Puisi Chairil Anwar “Nisan”
- Puisi Chairil Anwar “Derai Derai Cemara”
- Puisi Chairil Anwar “Yang Terhempas Dan Yang Putus”
- Puisi Chairil Anwar “Malam Di Pegunungan”
- Puisi Chairil Anwar “Cintaku jauh di pulau”
- Puisi Chairil Anwar “Senja Di Pelabuhan Kecil”