Sebuah Kamar
Karya Chairil
Anwar
Sebuah
jendela menyerahkan kamar ini
pada
dunia. Bulan yang menyinar ke dalam
mau
lebih banyak tahu.
“Sudah
lima anak bernyawa di sini,
Aku
salah satu!”
Ibuku
tertidur dalam tersedu,
Keramaian
penjara sepi selalu,
Bapakku
sendiri terbaring jemu
Matanya
menatap orang tersalib di batu!
Sekeliling
dunia bunuh diri!
Aku
minta adik lagi pada
Ibu
dan bapakku, karena mereka berada
d
luar hitungan: Kamar begini
3
x 4, terlalu sempit buat meniup nyawa!
Sebuah Kamar
Puisi Karya Chairil Anwar
ARTIKEL TERKAIT:
Puisi Chairil Anwar
- Puisi Chairil Anwar “Persetujuan Dengan Bung Karno”
- Puisi Chairil Anwar “Penerimaan”
- Puisi Chairil Anwar “Hampa”
- Puisi Chairil Anwar “DOA”
- Puisi Chairil Anwar “Sajak Putih”
- Puisi Chairil Anwar “AKU BERADA KEMBALI”
- Puisi Chairil Anwar : Ibu
- Puisi Chairil Anwar : Kawanku dan Aku
- Puisi Chairil Anwar : RUMAHKU
- Puisi Chairil Anwar : TAK SEPADAN
- Puisi Chairil Anwar “DIPONEGORO”
- Puisi Chairil Anwar “KARAWANG-BEKASI”
- Puisi Chairil Anwar “AKU”
- Puisi Chairil Anwar “Tjerita Buat Dien Tamaela”
- Puisi Chairil Anwar “Prajurit Jaga Malam”
- Puisi Chairil Anwar “MALAM”
- Puisi Chairil Anwar “Nisan”
- Puisi Chairil Anwar “Derai Derai Cemara”
- Puisi Chairil Anwar “Yang Terhempas Dan Yang Putus”
- Puisi Chairil Anwar “Malam Di Pegunungan”
- Puisi Chairil Anwar “Cintaku jauh di pulau”
- Puisi Chairil Anwar “Senja Di Pelabuhan Kecil”